PERAN KEMENTERIAN AGAMA DAN TOKOH AGAMA DALAM MEMINIMALISASI DAMPAK BENCANA ALAM DALAM MENCIPTAKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DAN HARMONI SOSIAL DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

   2024-09-16     Dilihat : 393

Oleh : Umar Yahya 1

(Ketua FKUB Kabupaten Sidenreng Rappang, Artikel ini disampaikan dalam RAKORWIL FKUB Se Sulawesi Selatan di Kabupaten Sidenreng RappangTahun 2023)

PENDAHULUAN

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih sayang yang senantiasa diberikan kepada kita semua serta atas izinNya pula kebaikan- kebaikan yang selalu kita tebarkan pun mendatangkan kebaikan-kebaikan yang bermanfaat kepada sesama. Pada kesempatan ini kami selaku Ketua Pengurus FKUB Kabupaten Sidrap ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pengurus FKUB yang meluangkan waktu dan kesempatan untuk bekerja sama dan melakukan tugas menciptakan situasi dan kondisi keberagamaan yang rukun damai dan harmonis di wilayah Kabupaten Sidrap. Terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap yang telah mengawali legalitas Pengurus FKUB Sidrap dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 81/I/2023 tentang Pembentukan Dewan Penasehat dan Periode 2023 sd. 2025. Terima kasih pula kepada pemerintahdaerah dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesabngpol) Sidrap yang telah terlibat dalam koordinasi penyusunan SK tersebut. Terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan yang telah memberikan Bantuan Operasional Program FKUB Tahun 2023.

Apresiasi yang setinggi-tingginya juga kepada seluruh Pengurus FKUB Sidrap dab Dewan Penasehat FKUB Sidrap dan Tim Fasilitator serta Tim Kader Penggerak yang telah aktif melaksanakan tugas dalam rangka Pembangunan KerukunanUmat Beragama di Lokasi PDSKUB di Kelurahan Amparita. Keterlibatan kita semua tentunya sangat penting untukmenjaga dan meningkatkan Kerukunan Umat Beragama. Laporan dan pandangan umum yang kami susun ini tentunya sebagai upaya nyata dalam meningkatkan akuntabilitas serta sebagai bentuk tanggungjawab sebagai Pengurus FKUB Kabupaten Sidrap. Semoga Tuhan Yang

Maha Esa melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua sehingga kita tetap dapat menebarkan kebaikan-kebaikan di muka bumi ini.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, baik dalam hal suku, adat istiadat, bahasa, budaya, bahkan agama. Dalam kondisi yang serba majemuk dan sifat misionaris dari sebagian agama, peluang terjadinya benturam dan konflik sangat terbuka lebar, karena itu menciptakan kondisi rukun mutlak dilakukan, karena ketidak rukunan dan konflik hanya akan merugikan masyarakat penganut agama itu sendiri.

Sebagai Negara yang memiliki penganut agama yang beragam, upaya pemeliharaan dan pembinaan kerukunan umat beragama mutlak dilakukan, karena pembinaan dan pemeliharaan kerukunan masyarakat erat kaitannya dengan pembinaan persatuan bangsa.

Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai simpul utama dan kata kunci terwujudnya bangunan sosial keberagamaan masyarakat Indonesia, kerukunan umat beragama terus diperkuat oleh Kementerian Agama melalui layanan-layanan strategis dalam bentuk penguatan dialog, peningkatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pembentukan desa sadar kerukunan, kerja sama nasional dan internasional.

Dalam upaya peningkatan kerukunan umat beragama, Pengurus FKUB dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2021 merencanakan untuk mengambil bagian dalam program Pembangunan Desa Sadar Kerukunan (PDSKUB). Adapun lokasi yang akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai desa sadar kerukunan adalah kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe. Pada tahun 2019 tercatat jumlah penduduk di kecamatan TelluLimpoe sebanyak 25.841 Jiwa, dengan jumlah penduduk menurut agama Islam sebesar15.942 atau 61,69%, selanjutnya penduduk dengan agama Hindu yang mayoritasnya adalah Hindu To Lotang sebesar 9.886 Orang atau 38,25%, penduduk beragama Kristen 12 orang dan Katolik 1 Orang.

Keragaman dalam berbagai hal khususnya keragaman agama merupakan potensi yang dimiliki di Kecamatan Tellu Limpoe khususnya kelurahan amparita, di mana sebaran umat Hindu Tolotang terbesar berada di kecamatan Tellu Limpoe. Meskipun berbeda keyakinan namun penduduk tetap hidup berdampingan dengan rukun, saling menghargai dan selalu bekerjasama. Suasana kehidupan umat beragama baik umat Muslim maupun Hindu To Lotang merupakan salah satu potensi kerukunan di Kabupaten Sidenreng Rappang yang harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan dalam memelihara dan meningkatakan Kerukunan Umat Beragama khususnya pada lokasi PDSKUB di Kabupaten Sidrap.

Pelaksanaan pembentukan desa sadar kerukunan umat beragama tahun 2022 dilaksanakan melalui dua program utama yakni pendampingan kader penggerak dan dokumentasi KUB. Secara rinci pelaksanaan yang dimaksud dijelaskan sebagai berikut;

Program pendampingan kader penggerak. Tujuan dari program ini adalah membentuk komitmen dan internalisasi KUB melalui pemahaman pengukuran pencapaian KUB. Untuk melaksanakan program ini melalui kegiatan inisisasi aplikasi SIPAKATABE

Dokumentasi KUB. Tujuan dari program ini adalah mempublikasikan praktik baik KUB di Kabupaten Sidrap. Untuk melaksanakan program ini melalui kegiatan penulisan gaya feature dengan sub kegiatan pelatihan penulisan, dan pembuatan video singkat dengan sub kegiatan pengambilan setting dan publikasi. Kelompok sasaran untuk program ini adalah remaja dan pemuda di Kelurahan Amparita. (1) Pendampingan Kader Penggerak, (2) Komitmen dan Internalisasi KUB melalui pemahaman pengukuran pencapaian KUB. (3) Website/Aplikasi SIPAKATABE Kelurahan Amparita Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap:

Visitasi dan Monitoring Kegiatan ini merupakan agenda tim fasilitator PDSKUB tingkat Provinsi dalam meninjau kesiapan daerah dalam pelaksanaan program PDSKUB tahun 2022. Visitasi dan monitoring ini dilaksanakan pada awal Maret tahun 2022, kegiatan berlangsung di Kantor Kelurahan Amparita yang ditempuh sekitar 20 menit dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Pemerintah Daerah yaitu Kepala Badan Kesbangpol, Pemerintah Kelurahan, Kementerian Agama, Tokoh Masyarakat dan tokoh Agama yang tergabung sebagai Tim Fasilitator tingkat Kabupaten Sidrap dan Calon KadermPenggerak PDSKUB. Rangkaian visitasi dan monitoring ini juga ditandai dengan kunjungan tim Fasilitator Tingkat Provinsi ke Rumah Adat To Lotang dan melakukan bincangbincang terkait kondisi masyarakat yang berbeda agama dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun rumah adat yang dikunjungi adalah di rumah seorang tokoh perempuan di Kelurahan Amparita yang bernama Pu. Sulang. Kunjungan tersebut menjadi sarana silaturahmi masyarakat baik yang beragama Islam maupun beragama Hindu To Lotang. Setelah mengunjungi rumah adat, tim mengunjungi pula Masjid Ar- Rahmah yang merupakan salah satu Masjid kebanggaan masyarakat Amparita di Kecamatan Tellu Limpoe. Menurut sejarahnya lahan tempat dibangunnya Masjid tersebut merupakan milik dari masyarakat yang beragama Hindu To lotang.

Hal tersebut merupakan gambaran kondisi Kerukunan Umat Beragama yang telah terbangun di lokasi tersebut. Selain itu, tim berbincang-bincang dengan pengurus Masjid terkait kondisi masyarakat yang berbeda Agama dalam keseharian di Kelurahan Amparita. Menurutsalah satu pengurus masjid, bahwa masyarakat Muslim dan Hindu di kelurahan Amparita telah sejak lama hidup berdampingan dalam kedamaian (siame’)

Pembinaan Kader Penggerak Kegiatan ini sebagai program pendampingan yang diharapkan dapat berkesinambungan untuk tetap terpeliharanya kerukunan umat beragama di kelurahan Amparita melalui penguatan terhadap sikap dan perilaku moderasi beragama. Penguatan terhadap kelembagaan informal bagi kader penggerak juga menjadi perhatian sebagai bagian dari keseriusan pendampingan bisa dilakukan secara berkesinambungan. Kegiatan pendampingan kader penggerak dilakukan melalui partisipatif.

PEMBAHASAN

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan pada umumnya sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir bandang di sejumlah desa di beberapa kecamatan. Banjir ini diakibatkan oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi.Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riase, dan Pitu Riawa adalah kecamatan yang yang dilanda banjir bandang akibat luapan air suangai mengakibatkan banyak fasilitas Masyarakat yang rusak diantaranya madrasah, sekolah dan perkantoran.

Banjir dan longsor terjang 5 Kabupatn di Sulsel, FKUB Sulsel imbau seluruh Majalis Agana gelas Doa Bersama. Lima daerah yakni Kabupaten Luwu, Kabupaten Sidrap, Sinjai, Wajo, dan Enrekang Sebagai bentuk keprihatinan atas musibah bencana tersebut, Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan imbauan untuk memanjatkan doa yang ditujukan kepada setiap Pimpinan Majelis Agama se Sulawesi Selatan, Ketua FKUB Kabupaten Kota se Sulawesi Selatan dan Pengelola Rumah Ibadah se Sulawesi Selatan. “Sebagai wujud keprihatinan dan rasa empati atas tragedi bencana banjir dan longsor yang menimpa beberapa wilayah di Sulawesi Selatan (Luwu, Sidrap, Wajo, Pinrang Enrekang, dan Sinjai), dengan ini dimbau kepada saudara untuk menggelar doa atas bencana tersebut di rumah ibadah masing-masing. Semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa memberi kesabaran, ketabahan dan perlindungan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Duka mereka duka kita bersama”, bunyi Surat Imbauan tersebut dengan Nomor: 22/FKUB-SS/V/2024, yang ditanda tangani Ketua FKUB Sulsel, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum dan Sekretaris FKUB Sulsel, Gede Durahman, SE, Dalam kesempatannya, Ketua FKUB Sulsel, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro, M.Hum mengatakan, sebagai ungkapan empati bencana alam, yang dialami para warga yang terdampak banjir dan longsor diberikan ketabahan, kekuatan dan kebijaksanaan dan keluar dari musibah.“Kami mengungkapkan empati dan kesedihan mendalam, atas kesulitan yg dialami saudara kita. Semoga diberikan ketabahan kekuatan dan kebijaksanaan dan keluar dari musibah,” jelas Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro. Selain itu, Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro menegaskan musibah banjir dan longsor ini menjadi duka bersama, dan bentuk solidaritas kepada sesama. “Kita tidak bisa membayangkan duka yang dialami saudara kita disana, kalian tidak sendirian kami berdiri bersama kalian, dalam setiap solidaritas bersama pemerintah provinsi, duka saudara kita, duka bersama,”.

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir bandang di sejumlah desa di beberapa kecamatan. Banjir ini diakibatkan oleh luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riase, dan Pitu Riawa adalah kecamatan yang yang dilanda banjir bandang akibat luapan air suangai mengakibatkan banyak fasilitas Masyarakat yang rusak diantaranya madrasah, sekolah dan perkantoran. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidrap, mengunjungi MTsN 3 dan MIN Sidrap. Kunjungan ini dilakukan pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Tujuan kunjungan untuk memantau kondisi madrasah pasca banjir dan memberikan dukungan serta semangat kepada kepala madrasah dan para guru. Akibat banjir pelaksanaan assesmen madrasah yang dilaksanakan di salah satu masjid sekitar madrasah. Kepala Kantor Kemenag Sidrap tersebut mengungkapkan rasa prihatinnya melihat kondisi madrasah yang sangat parah akibat banjir bandang. Madrasah tertimbun lumpur tebal dan banyak fasilitas elektronik yang tidak terselamatkan, serta dokumen dan mobiler madrasah yang juga mengalami kerusakan parah dan sangat prihatin melihat kondisi madrasah seperti ini. Banjir bandang ini telah menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Meskipun demikian, Kepala Kantor memberikan apresiasi kepada kepala madrasah dan para guru yang tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya, meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan.

Beliau juga menyampaikan komitmen Kepala Kantor Kemenag Sidrap untuk membantu madrasah dalam proses pemulihan pasca banjir. Beliau yakin dengan semangat dan kerja keras bersama, madrasah ini akan segera pulih Kembali dan berpesan kepada kepala madrasah dan para guru untuk selalu waspada terhadap bencana alam yang terjadi kapan saja. Beliau meminta agar madrasah selalu siap siaga dan memiliki rencana penanggulangan bencana yang matang. Setiap stakeholder madrasah harus selalu waspada dan siap siaga terhadap bencana alam. Dan harus memiliki rencana penanggulangan bencana yang matang agar dapat meminimalisir dampak kerusakan yang terjadi. Kunjungan Kepala Kantor ke MTsN 3 dan MIN Sidrap diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi kepada kepala madrasah dan para guru untuk terus berbenah dan membangun madrasah menjadi lebih baik.

Banjir bandang yang melanda wilayah Sidrap pada hari Jumat, 3 Mei 2024, berdampak pada MTsN 3 Sidrap. Akibatnya, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Sidrap terpaksa memindahkan pelaksanaan Asesmen Madrasah ke masjid terdekat. Hujan deras yang turun sejak dini hari menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi wilayah sekitar madrasah. Banjir bandang ini membuat gedung madrasah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, termasuk pelaksanaan Asesmen Madrasah. Berkat kerjasama semua pihak, pelaksanaan Asesmen Madrasah di MTsN 3 Sidrap tetap dapat berjalan dengan lancar meskipun harus dipindahkan ke masjid terdekat, Kepala Madrasah memberikan penjelasan bahwa sebanyak 80 Siswa, kelas IX mengikuti Asesmen Madrasah di masjid terdekat. Proses pelaksanaan asesmen diawasi oleh Guru Pengawas sebanyak 4 orang dan sebagai pemantau Kepala MTsN 3 Sidrap. Berterima kasih kepada pengurus masjid dan masyarakat sekitar yang telah membantu kelancaran pelaksanaan Asesmen Madrasah. Beliau juga menambahkan bahwa pihak madrasah akan segera membersihkan gedung madrasah dari lumpur dan air pasca banjir. Diharapkan madrasah dapat kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sesegera mungkin. MTsN 3 Sidrap adalah salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri yang berada di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Madrasah ini memiliki visi untuk menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi, berkarakter islami, dan berwawasan global. MTsN 3 Sidrap berkomitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi seluruh siswanya.Tujuan kunjungan Kepla Kantor Kemenag Sidrap untuk memantau kondisi madrasah pasca banjir dan memberikan dukungan serta semangat kepada kepala madrasah dan para guru. Beliau juga meninjau pelaksanaan assesmen madrasah yang dilaksanakan di salah satu masjid sekitar madrasah.

Mustari mengungkapkan rasa prihatinnya melihat kondisi madrasah yang sangat parah akibat banjir bandang. Madrasah tertimbun lumpur tebal dan banyak fasilitas elektronik yang tidak terselamatkan, serta dokumen dan mobiler madrasah yang juga mengalami kerusakan parah.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada hari Minggu (5 Mei 2024) malam, mengakibatkan banjir bandang di beberapa wilayah, termasuk di kompleks MTsN 3 Sidrap dan MIN Sidrap. Menanggapi situasi ini, Kepala MTsN 3 Sidrap, Hj. Kamariah , bersama Kepala MIN Sidrap, Haryani ILyas, beserta seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari kedua madrasah tersebut bahu membahu membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir. bekerja sama membersihkan lumpur dan sampah yang memenuhi ruangan kelas, aula, dan halaman madrasah, Banjir bandang ini menyebabkan kerusakan cukup parah pada infrastruktur madrasah.”Haryani Ilyas menambahkan, “Kami bersyukur semua siswa dan guru dalam keadaan selamat. Prioritas utama kami saat ini adalah membersihkan madrasah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.”Membangun Karakter Dakwah Pelajar Madrasah yang Intelektual dan Berakhlak Mulia".

III. PENUTUP

KESIMPULAN

Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riase, dan Pitu Riawa adalah kecamatan yang yang dilanda banjir bandang akibat luapan air suangai mengakibatkan banyak fasilitas Masyarakat yang rusak diantaranya madrasah, sekolah dan perkantoran.Sebagai bentuk keprihatinan atas musibah bencana tersebut, Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan imbauan untuk memanjatkan doa yang ditujukan kepada setiap Pimpinan Majelis Agama se Sulawesi Selatan,

Ketua FKUB Kabupaten Kota se Sulawesi Selatan dan Pengelola Rumah Ibadah se Sulawesi Selatan, Sebagai wujud keprihatinan dan rasa empati atas tragedi bencana banjir dan longsor yang menimpa beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dengan ini dimbau untuk menggelar doa atas bencana tersebut di rumah ibadah masing-masing. Semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa memberi kesabaran, ketabahan dan perlindungan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.

Penulis : Umar Yahya | Editor : Umar Yahya