PENGARUH METODE CERAMAH BERVARIASI TERHADAP PEMAHAMAN QUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA (MTsS) DDI WANIO KECAMATAN PANCA LAUTANG

   2025-12-29     Dilihat : 13

Ditulis Oleh Dr. H. Umar Yahya, M. Ag

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Agama Islam adalah agama yang memberikan pedoman hidup yang lengkap kepada umat manusia, mencakup segala aspek kehidupan, baik dunia maupun akhirat. Salah satu sumber ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan Hadis yang menjadi rujukan utama dalam memahami perintah dan larangan Allah SWT. Islam merupakan agama yang mengatu berbagai segi kehidupan manusia termasuk dalam hal pendidikan.

Pendidikan Agama Islam di Indonesia, termasuk pembelajaran Qur’an Hadis, bertujuan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dalam prosesnya, pemilihan metode pembelajaran yang tepat memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya tujuan tersebut. Salah satu metode yang umum digunakan dalam pembelajaran adalah metode ceramah, karena dinilai efektif dalam menyampaikan materi yang bersifat konseptual dan teoritis.

Metode ceramah merupakan cara menyampaikan ilmu pengetahuan dan agama kepada peserta didik secara lisan. Keunggulannya adalah mampu menjangkau banyak siswa dalam waktu relatif singkat. Isi ceramah yang jelas dan mudah dipahami dapat mendorong peserta didik untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Hal ini sejalan dengan firman Allah Swt. dalam QS. An-Nahl ayat 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Terjemahnya :

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S. An-Nahl: 125)

Ayat ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan ajaran Islam termasuk dalam proses pendidikan perlu dilakukan dengan hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah ḥasanah (nasihat yang baik), dan mujaadalah (diskusi yang bijak). Inilah esensi dari metode ceramah bervariasi, yang tidak hanya menyampaikan materi satu arah, tetapi dibarengi dengan pendekatan yang mengaktifkan partisipasi siswa.

Namun, penggunaan metode ceramah secara monoton sering kali membuat peserta didik merasa bosan dan kurang aktif dalam pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan metode ceramah bervariasi, yakni metode ceramah yang dipadukan dengan variasi teknik seperti media pembelajaran, tanya jawab, diskusi, dan pemberian contoh konkret. Dengan adanya variasi ini, pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, serta mampu meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa terhadap materi.

Urgensi Penelitian seperti yang dilakukan oleh Latifah menyatakan bahwa penerapan metode ceramah bervariasi dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran Qur’an Hadis. Metode ini tidak hanya mendorong siswa menjadi lebih fokus, tetapi juga menciptakan suasana kelas yang dinamis dan menyenangkan.

Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio, yang terletak di Kabupaten Sidenreng Rappang, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berupaya mengembangkan kualitas pembelajaran Qur’an Hadis. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, MTs DDI Wanio terus berusaha meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode inovatif. Siswa kelas VII, sebagai peserta didik awal di jenjang Tsanawiyah, membutuhkan pendekatan pembelajaran yang mampu membangkitkan minat serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap pelajaran Qur’an Hadis.

Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi Qur’an Hadis sebelum diterapkannya metode ceramah bervariasi masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi belajar yang belum mencapai standar kompetensi minimal yang ditetapkan oleh madrasah. Oleh karena itu, penerapan metode ceramah bervariasi diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Qur’an Hadis.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Ceramah Bervariasi terhadap Pemahaman Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio Kelas VII.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis, bagaimana tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah penerapan metode tersebut, serta sejauh mana pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman siswa.

Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus Penelitian

Fokus Penelitian

Fokus penelitian pada skripsi ini merupakan garis besar yang menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan penelitian. Tujuannya agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan secara terarah dan tidak menyimpang dari tujuan utama. Adapun fokus penelitian dalam skripsi ini sebagai berikut :

Penerepan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis.

Tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran Qur’an Hadis sebelum dan sesudah diterapkannya metode ceramah bervariasi.

Pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Qur’an Hadis.

Deskripsi Fokus Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis, serta melihat perubahan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah penerapan metode tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman siswa kelas VII di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio dalam mata pelajaran Qur’an Hadis.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan di atas, maka peneliti merumuskan  beberapa pokok masalah yang akan menjadi inti dalam penelitian ini sebagai berikut:

Bagaimana penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio?

Bagaimana tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran Qur’an Hadis sebelum dan sesudah diterapkannya metode ceramah bervariasa?

Apa pengaruh signifikan   metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio ?

Hipotesis

Berdasarkan pada rumusan masalah yang telah dikemukakan maka dirumuskan pula hipotesisyang merupakan jawaban sementara. Hipotesis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman Qur’an Hadis di peserta didik kelas VII di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

Hı = Ada pengaruh positif yang signifikan metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman Qur’an Hadis peserta didik kelas VII di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

Adapun dugaan sementara peneliti pada penelitian ini adalah adanya pengaruh positif yang signifikan metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman Qur’an Hadis peserta didik kelas VII di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

BAB II

Metodologi Penelitian

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experimental). Pendekatan ini dipilih untuk mengukur secara objektif pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman siswa dalam mata pelajaran Qur’an Hadis. Penelitian eksperimen semu memungkinkan peneliti untuk membandingkan hasil belajar antara kelompok yang menerima perlakuan (metode ceramah bervariasi) dan kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan tersebut.

Lokasi dan Partisipan Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Partisipan penelitian adalah siswa kelas VII yang terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kesamaan karakteristik antara kedua kelas untuk meminimalisir variabel luar yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Metode  Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui teknik berikut:

Tes Pemahaman: Tes diberikan sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi Qur’an Hadis. Tes ini mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Observasi: Observasi dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau keterlibatan siswa dan efektivitas metode ceramah bervariasi yang diterapkan.

Wawancara: Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan guru mata pelajaran Qur’an Hadis untuk memperoleh informasi mendalam mengenai pelaksanaan metode ceramah bervariasi dan tanggapan siswa terhadap metode tersebut.

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian meliputi beberapa tahap:

Persiapan: Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, menyusun instrumen penelitian (tes, pedoman observasi, dan pedoman wawancara), serta menentukan kelas eksperimen dan kontrol.

Pelaksanaan: Memberikan pre-test kepada kedua kelas, melaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah bervariasi di kelas eksperimen dan metode ceramah konvensional di kelas kontrol selama empat minggu, kemudian memberikan post-test kepada kedua kelas.

Analisis Data: Menganalisis data pre-test dan post-test menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua kelas. Data observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif untuk mendukung temuan kuantitatif.

Teknik Pengelolahan  dan Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil post-test antara kelas eksperimen dan kontrol. Uji-t digunakan karena data yang diperoleh berskala interval dan memenuhi asumsi normalitas serta homogenitas. Selain itu, analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan peningkatan pemahaman siswa berdasarkan hasil observasi dan wawancara.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

Untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

Untuk menganalisis pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap tingkat pemahaman siswa dalam mata pelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio.

Kegunaan penelitian

Kegunaaan teoritis

Penelitian ini di harapkan dapat menambah wawasan dan memperkaya kajian ilmiah mengenai metode pembelajaran, khususnya metode ceramah bervariasi dalam konteks pembelajaran Qur’an Hadis di tingkat Madrasah Tsanawiyah. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi pengembanagan teori dan pendekatan pembelajaran dalam pendidikan agama islam, khususnya pada aspek peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi ajar.

Kegunaan praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang konstruktif bagi guru Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio dalam memilih dan menerapkan metode ceramah bervariasi secara efektif guna meningkatkan pemahaman siswa. Selain iut, hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mendukung pengembangan profesionalisme guru. Lebih lanjut, penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji lebih dalam mengenai efektifitas metode ceramah dalam pendidikan agama islam.

Bagi peneliti

Pemelitian ini memberikan manfaat langsung bagi penelitian dalam mengembangkan kemampuan menyusun dan melaksanakan penelitian ilmiah, mulia dari tahap identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, hingga penarikan kesimpulan. Melalui penelitian ini, peneliti dapat memperluas pengetahuan mengenai metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis, serta mendapatkan pengalaman berharga  yang dapat dijadikan bekal dalam pengembangan diri, baik secara akademik maupun profesional. Selain itu, penelitian inii menjadi landasan awal bagi peneliti untuk melakukan kajian lanjutan di bidang pendidikan agama islam.

BAB III

PEMBAHASAN

Definisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian

Definisi Operasional

Definisi operasional digunakan untuk menghindari kesalahpahaman dalam penafsiran istilah-istilah penting dalam judul skripsi "Pengaruh Metode Ceramah Bervariasi terhadap Pemahaman Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio Kelas VII."

Pengaruh

Pengaruh adalah suatu kekuatan yang berasal dari objek tertentu yang dapat menimbulkan perubahan pada objek lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam konteks penelitian ini, pengaruh merujuk pada sejauh mana metode ceramah bervariasi sebagai variabel bebas dapat memengaruhi pemahaman siswa sebagai variabel terikat terhadap materi Qur’an Hadis yang diajarkan.

Metode Ceramah Bervariasi

Metode ceramah merupakan cara mengajar di mana guru menyampaikan materi pelajaran secara lisan kepada peserta didik. Adapun metode ceramah bervariasi adalah pengembangan dari ceramah konvensional yang dipadukan dengan unsur variasi seperti penggunaan media visual, tanya jawab, humor edukatif, dan interaksi dua arah agar pembelajaran lebih hidup dan siswa tidak bosan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dan memperkuat pemahaman materi.

Pemahaman Qur’an Hadis

Pemahaman adalah kemampuan seseorang dalam mengerti, menangkap makna, serta menafsirkan informasi atau materi yang dipelajari. Dalam pelajaran Qur’an Hadis, pemahaman berarti kemampuan siswa dalam memahami isi ayat Al-Qur’an dan hadis serta menghubungkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari.

Tingkat pemahaman siswa diukur berdasarkan tiga ranah yaitu:

Kognitif (Pengetahuan)

Afektif (Sikap terhadap nilai-nilai)

Psikomotorik (Penerapan nilai dalam tindakan)

Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman Qur’an Hadis siswa kelas VII di MTs DDI Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) menggunakan desain pretest-posttest dengan satu kelompok.

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs DDI Wanio. Pemilihan kelas VII karena pada jenjang ini siswa mulai memahami pelajaran Qur’an Hadis secara lebih terstruktur dan sistematis.

Variabel Penelitian

Variabel bebas (X): Metode ceramah bervariasi

Variabel terikat (Y): Pemahaman siswa terhadap pelajaran Qur’an Hadis

Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa teknik :

Observasi, untuk melihat penerapan metode ceramah bervariasi secara langsung

Tes (Pretest dan Posttest), untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah perlakuan

Wawancara, dengan guru mata pelajaran Qur’an Hadis sebagai informasi pendukung.

Dengan batasan ruang lingkup tersebut, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran objektif mengenai pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman Qur’an Hadis siswa kelas VII di MTs DDI Wanio.

Tinjauan Pustaka

Melalui tinjauan pustaka ini, peneliti akan mengkaji beberapa pengertian, teori, dan hasil penelitian yang relevan dengan pembahasan tentang metode ceramah bervariasi, pembelajaran Qur’an Hadis, serta tingkat pemahaman siswa:

Metode Ceramah Bervariasi dalam Pembelajaran

Metode ceramah merupakan pendekatan konvensional yang masih digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, di mana guru menyampaikan materi secara lisan kepada siswa. Namun, pembelajaran akan menjadi lebih efektif jika metode ini divariasikan, seperti dengan diskusi, tanya jawab, kuis, maupun penggunaan media audio-visual.

Hasan, Hemawati, dan Sirait menyebutkan bahwa metode ceramah bervariasi terbukti meningkatkan efektivitas pembelajaran Al-Qur’an Hadis di tingkat Madrasah Tsanawiyah karena siswa menjadi lebih aktif, fokus, dan antusias dalam mengikuti materi.

Selaras dengan itu, Hidayat menyatakan bahwa guru perlu memiliki kreativitas dalam memilih variasi ceramah agar komunikasi dua arah terjadi dan siswa tidak merasa bosan.

Pembelajaran Qur’an Hadis

Pembelajaran Qur’an Hadis merupakan bagian integral dari kurikulum Pendidikan Agama Islam yang bertujuan membentuk karakter islami dan memberikan pemahaman mendalam terhadap ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.

Kementerian Agama RI menegaskan bahwa pembelajaran ini mencakup aspek membaca (tilawah), memahami (tadabbur), dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan. Ini selaras dengan firman Allah SWT:


ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Terjemahan:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (Q.S. Al-Baqarah: 2)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber petunjuk hidup yang tidak diragukan kebenarannya bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam konteks pembelajaran, ayat ini menjadi dasar teologis bahwa materi Qur’an Hadis tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai pedoman kehidupan yang harus dipahami dan diamalkan. Oleh karena itu, pembelajaran Qur’an Hadis memerlukan pendekatan yang mampu menumbuhkan pemahaman dan kesadaran spiritual siswa. Penggunaan pendekatan holistik seperti tadabbur, tilawah, dan tahfiz dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran Qur’an Hadis.

Pemahaman Siswa terhadap Materi Qur’an Hadis

Pemahaman merupakan proses kognitif yang mencerminkan kemampuan siswa dalam menafsirkan, menjelaskan, dan mengilustrasikan informasi. Anderson dan Krathwohl memperluas taksonomi Bloom dengan menempatkan pemahaman sebagai salah satu indikator penting dalam domain kognitif.

Faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman siswa terdiri dari aspek internal seperti minat dan motivasi, serta aspek eksternal seperti metode mengajar dan lingkungan belajar. Metode yang tepat akan mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna.

Pengaruh Metode Ceramah Bervariasi terhadap Pemahaman Siswa

Metode ceramah bervariasi dianggap mampu meningkatkan pemahaman siswa karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Latifah dan timnya mengungkapkan bahwa penerapan ceramah yang dikombinasikan dengan tanya jawab dan praktik langsung dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis berdampak positif terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran.


إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ  )٧٧(  فِى كِتَٰبٍ مَّكْنُونٍ  )٧٨  (لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ )٧٩  (تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ) ٨٠(

 Terjemahan;

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan, Diturunkan dari Robbil ‘alamin.” (Q.S. Al-Waqi’ah: 77-80).

Ayat ini menegaskan pentingnya menyampaikan materi Qur’an Hadis dengan metode yang mampu menanamkan pemahaman mendalam dan penghargaan terhadap kemuliaan Al-Qur’an, dan juga ayat ini menggambarkan kemuliaan dan keagungan Al-Qur’an, yang merupakan kalam Allah dan tidak dapat disentuh sembarangan. Dalam konteks pendidikan, ayat ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an harus dilakukan dengan penuh penghormatan, kesungguhan, dan pendekatan yang tepat. Metode ceramah bervariasi dapat membantu menyampaikan nilai-nilai mulia tersebut secara lebih efektif, dengan menggabungkan pemahaman kognitif dan penghargaan spiritual terhadap isi Al-Qur’an.

BAB  IV

PENUTUP 

Penyusun penelitian ini agar dapat mengarahkan pokok permasalahan yang perlu dibahas secara sistematis. membahas tentang pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, fokus deskripsi dan fokus penelitian, rumusan masalah, definisi operasional (pengertian judul), ruang lingkup penelitian, tujuan dan kegunaan penelitian, Bab kedua, membahas tentang tinjauan pustaka yang berisi kajian teori terkait metode ceramah dan variasinya, pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Qur’an Hadis, serta teori-teori yang mendukung peningkatan hasil belajar melalui metode ceramah bervariasi.

Membahas tentang metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data di lapangan. Bab ini mencakup jenis dan desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta teknik pengolahan dan analisis data. Membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan, yang memuat gambaran umum lokasi penelitian, penyajian data, analisis data, serta pembahasan hasil penelitian yang dikaitkan dengan rumusan masalah dan teori yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Membahas tentang penutup yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian sebagai jawabaan atas rumusan masalah, serta implikasi, saran, dan rekomendasi yang berkaitan dengan temuan penelitian.

Penerapan metode ceramah bervariasi dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio kelas VII.Tingkat pemahaman siswa terhadap pelajaran Qur’an Hadis sebelum dan sesudah diterapkannya metode ceramah bervariasa serta Pengaruh metode ceramah bervariasi terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Qur’an Hadis di Madrasah Tsanawiyah DDI Wanio kelas VII.


DAFTAR PUSTAKA


Al-Qur’an Surat An-Naḥl ayat 125. Terjemahan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2019). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Longman.

D. Latifah et al., “Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab pada Pembelajaran Al-Qur’an Hadis dalam Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur’an,” Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 1, no. 1, 2023, hlm. 3.

Hasan, M., Hemawati, & Sirait, R. (2024). “Efektivitas Metode Ceramah Bervariasi dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MTs Al Washliyah 47 Binjai,” Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), hlm. 1–10.

Hidayat, A. (2022). “Desain Metode Ceramah dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), hlm. 45–60.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam.

Kementerian Agama RI, Panduan Pembelajaran Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah, Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah, 2020, hlm. 21.

Kementerian Agama RI. (2020). Panduan Pembelajaran Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah. Direktorat KSKK Madrasah, Jakarta.

L. H. Anderson & D. R. Krathwohl, A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives, New York: Longman, 2019, hlm. 28–32.

Latifah, D., Irhamni, S., & Salim, R. (2023). “Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab pada Pembelajaran Al-Qur’an Hadis dalam Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur’an,” Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), hlm. 1–10.

Latifah, D., Sulistia, D., Sajiwo, B., & Ginting, A. L. (2023). “Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab pada Pembelajaran Al-Qur’an Hadis dalam Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur’an,” Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 1–10.

Mulyadi, A. (2020). Tafsir Tematik: Pendidikan dalam Al-Qur’an. Bandung: Remaja Rosdakarya, hlm. 43–45.

Nurhayati, S. (2021). “Pemaknaan Ayat-Ayat Pendidikan dalam Al-Qur’an: Kajian atas Q.S. Al-Waqi’ah: 77–80,” Tafaqquh: Jurnal Penelitian dan Kajian Keislaman, 8(2), hlm. 123–134.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019, hlm. 55.

Suherman, E. (2022). “Inovasi Metode Ceramah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI,” Jurnal Edukasi Islam, 8(1), 77–88.

Tambak, S. (2020). “Metode Ceramah: Konsep dan Aplikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,” Jurnal Tarbiyah, 21(2), 45–60.

Yulita, N. (2021). "Pengaruh Penggunaan Metode Ceramah Bervariasi dengan Media Cerita dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadis". Jurnal Gahwa, 2(1), 45–56. https://ejournal.stital.ac.id/index.php/gahwa/article/download/502/261

Penulis : Umar Yahya | Editor : Umar Yahya