Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, Prof. Dr. Hj. Hamdanah, (link unavailable), Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, menyampaikan ceramah yang inspiratif berjudul "Indonesia Rukun Menuju Indonesia Emas" dalam acara ramah tamah penutupan Hari Amal Bakti IAIN Parepare.
Beliau menekankan pentingnya memahami kerukunan sebagai pondasi bernegara dan berbangsa melalui pemahaman Tri Kerukunan, yaitu:
1. Kerukunan inter umat beragama
2. Kerukunan antar umat beragama
3. Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah
Dengan memahami Tri Kerukunan ini, kita dapat mengantar pada penyelesaian risiko konflik umat beragama.
Beliau mengilustrasikan rumah yang memiliki kamar, di mana Indonesia diibaratkan sebagai rumah yang dihuni oleh ragam agama, suku, dan ras di dalam kamar masing-masing.
Dalam agama Islam, surah Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa kita hidup bersuku-suku, laki-laki/perempuan agar bisa berkenalan. Ini menandakan bahwa Keberagamaan sebagai rahmat yang harus diterima. Demikian juga surah Al Imran ayat 103, menjelaskan agar umat manusia menjaga persatuan.
Selain itu, agama Kristen juga mengajarkan ajaran toleransi dan kerukunan, seperti yang disebutkan dalam Yohannes 13:34.
Beliau menegaskan bahwa Kerukunan akan membawa kekuatan, kekuatan akan membawa keberuntungan.
Namun, kerukunan umat beragama juga memiliki tantangan, seperti radikalis dan ekstrimis.
Oleh karena itu, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat penting dalam memfasilitasi dialog antar umat beragama, membina kerja sama lintas agama, menjaga harmoni dalam masyarakat, menyalurkan aspirasi, dan memberi rekomendasi sebagai bahan kebijakan.
Beliau juga menyarankan agar kerukunan dapat diajarkan dan diimplementasikan pada lingkup keluarga, karena keluarga adalah pondasi dasar dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
Dengan demikian, kita dapat membangun Indonesia yang rukun, damai, dan sejahtera, serta mencapai Indonesia Emas yang diimpikan.