Dialog Lintas Agama Warnai Selebrasi Kerukunan FKUB Sidrap, Teguhkan Semangat Toleransi dan Cinta Sesama

   2025-04-10     Dilihat : 338

Pangkajene, 10 April 2025 – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar kegiatan Selebrasi Kerukunan melalui dialog lintas agama yang bertempat di Gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Agama Kabupaten Sidrap, Kamis (10/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia periode 2025–2029, yang menitikberatkan pada penguatan harmoni antarumat beragama dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Agenda ini juga sejalan dengan Asta Aksi Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan.

Momen Strategis Pasca Hari Raya Keagamaan

Ketua FKUB Sidrap, Dr. Umar Yahya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang penting, terutama setelah peringatan dua hari besar keagamaan: Nyepi dan Idulfitri. Ia menegaskan bahwa melalui pemahaman spiritual yang mendalam, masyarakat dapat lebih menghargai keberagaman yang ada.

“Tujuan utama dari dialog ini adalah membangun rasa saling menghormati terhadap keberagaman agama dan budaya, memperkuat ikatan sosial, dan mencegah potensi konflik yang disebabkan oleh perbedaan suku maupun agama,” ujarnya.

FKUB Sidrap juga memperkenalkan slogan “Damai, Rukun, Harmonis (DRH)” sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keharmonisan sosial antarumat beragama di wilayah Sidrap.

Dihadiri Tokoh Lintas Lembaga

Dialog ini turut dihadiri sejumlah tokoh lintas sektor yang memiliki peran penting dalam pembinaan kerukunan di daerah, di antaranya:

  • H. Aminuddin, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel

  • Mustari, Kasubbag TU Kemenag Sidrap

  • KOMPOL Sulkarnain, Wakapolres Sidrap

  • Muhammad Arsul, Kepala Badan Kesbangpol Sidrap

  • Perwakilan Kodim 1420 Sidrap

  • Serta tokoh masyarakat, pemuda lintas agama, dan organisasi keagamaan

Implementasi Cinta sebagai Pilar Kerukunan

Dalam sambutannya, H. Aminuddin menekankan bahwa nilai cinta tidak cukup hanya dipahami secara filosofis, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata—baik dalam hubungan antarmanusia maupun dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Mencintai setiap makhluk adalah kunci dicintai oleh Yang Maha Kuasa. Melalui Asta Aksi, Kemenag mendorong cinta kepada Tuhan, kepada sesama, dan kepada alam. Inilah bentuk komprehensif dari pengamalan nilai-nilai agama,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan konsep ekoteologi, pendekatan yang menggabungkan spiritualitas dengan tanggung jawab ekologis sebagai bagian dari misi keagamaan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FKUB Sidrap berharap semangat toleransi, cinta kasih, dan harmoni sosial dapat terus dipupuk di tengah masyarakat, membangun fondasi kuat untuk kehidupan beragama yang damai dan inklusif.

Penulis : Adnan A. Saleh | Editor : Ade